<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	
	>
<channel>
	<title>
	Comments on: Kelenteng Sam Poo Kong, Gedung Batu	</title>
	<atom:link href="https://seputarsemarang.com/klenteng-sam-po-kong-1356/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://seputarsemarang.com/klenteng-sam-po-kong-1356/</link>
	<description>All About Semarang</description>
	<lastBuildDate>Tue, 18 Sep 2018 08:59:43 +0000</lastBuildDate>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.8.3</generator>
	<item>
		<title>
		By: sergei		</title>
		<link>https://seputarsemarang.com/klenteng-sam-po-kong-1356/#comment-762223</link>

		<dc:creator><![CDATA[sergei]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 18 Sep 2018 08:59:43 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://seputarsemarang.com/?p=1605#comment-762223</guid>

					<description><![CDATA[Mengenai Laksaman Cheng Ho yang beragama Islam, ini masih dalam perdebatan. Ada beberapa versi. Ada yang menyebut, salah seorang pengikut Cheng Ho lah yang beragama Islam, bukan Cheng Ho nya. Cheng Ho beragama Konfusian (Kong Hu Cu). Sebelum sejarah di akui semua pihak, biasakan jangan menyebut sesuatu tanpa konfirmasi kebenarannya.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Mengenai Laksaman Cheng Ho yang beragama Islam, ini masih dalam perdebatan. Ada beberapa versi. Ada yang menyebut, salah seorang pengikut Cheng Ho lah yang beragama Islam, bukan Cheng Ho nya. Cheng Ho beragama Konfusian (Kong Hu Cu). Sebelum sejarah di akui semua pihak, biasakan jangan menyebut sesuatu tanpa konfirmasi kebenarannya.</p>
]]></content:encoded>
		
			</item>
		<item>
		<title>
		By: Sejarah Sam Poo Kong		</title>
		<link>https://seputarsemarang.com/klenteng-sam-po-kong-1356/#comment-726330</link>

		<dc:creator><![CDATA[Sejarah Sam Poo Kong]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 15 Feb 2017 07:16:56 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://seputarsemarang.com/?p=1605#comment-726330</guid>

					<description><![CDATA[Ada yang berpendapat sejarah berdirinya Sam Poo Kong ini cukup kontroversial dan keburaman sejarah. Karena Cheng Ho merupakan seorang laksamana Dinasti Ming yang beragama Islam. Sejarah banyak menyebutkan bahwa Laksamana Cheng Ho adalah seorang penjelajah yang hebat, yang telah mengarungi berbagai samudra. Di Indonesia sendiri, Cheng Ho telah melakukan 2 kali ekspedisi, pada tahun 1405 dan 1416. Pada ekspedisi keduanya 1416, armada Cheng Ho mengalami bencana akibat terjangan badai ombak di pulau Jawa sehingga dia terdampar di daerah Simongan yang sekarang dijadikan nama jalan menuju Klenteng. (Dahulu daerah Simongan tempat berdirinya Sam Poo Kong adalah daerah pesisir pantai, sebelum arean pesisir mengalami banyak endapan dan pelabuhan bergeser).

Mengapa di Surabaya dan Batam ada Masjid Cheng Ho, tetapi tempat persinggahan Laksamana Cheng Ho di Semarang bukan masjid, kok Kelenteng?

Perlu diketahui bahwa di area Simongan ini dahulu, menjadi area di mana warga pendatang keturunan etnis Tionghoa berada di sini. Mereka membuat tempat ibadah berupa kelenteng di sini.  Jadu dahulu yang namanya pecinan ada di Simongan ini, hingga akhirnya keturunan Tionghoa berperang melawan belanda, namun sayangnya kalah. Lalu warga keturunan Tionghoa ini ditangkapi belanda dan direlokasi di area sekitar Gang Lombok (yang akhirnya dikenal dengan Pecinan saat ini). Demikianlah sekilas sejarah mengapa tempat ini berupa kelenteng, bukan masjid.

Selain sebagai tempat peribadatan, Kelenteng Sam Poo Kong juga di gunakan sebagai tempat pariwisata. Sam Poo Kong sendiri adalah gelar yang diberikan warga Cina-Semarang  kepada Laksamana Cheng Ho atas jasa-jasanya, selain Sam Poo Kong, beberapa gelar yang sematkan kepada Cheng Ho adalah; Sam Poo Thai Jin ( Laksamana), Sam Poo Thai Kang (Kasir), dan Sam Poo Thai Rin ( Pembesar).]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Ada yang berpendapat sejarah berdirinya Sam Poo Kong ini cukup kontroversial dan keburaman sejarah. Karena Cheng Ho merupakan seorang laksamana Dinasti Ming yang beragama Islam. Sejarah banyak menyebutkan bahwa Laksamana Cheng Ho adalah seorang penjelajah yang hebat, yang telah mengarungi berbagai samudra. Di Indonesia sendiri, Cheng Ho telah melakukan 2 kali ekspedisi, pada tahun 1405 dan 1416. Pada ekspedisi keduanya 1416, armada Cheng Ho mengalami bencana akibat terjangan badai ombak di pulau Jawa sehingga dia terdampar di daerah Simongan yang sekarang dijadikan nama jalan menuju Klenteng. (Dahulu daerah Simongan tempat berdirinya Sam Poo Kong adalah daerah pesisir pantai, sebelum arean pesisir mengalami banyak endapan dan pelabuhan bergeser).</p>
<p>Mengapa di Surabaya dan Batam ada Masjid Cheng Ho, tetapi tempat persinggahan Laksamana Cheng Ho di Semarang bukan masjid, kok Kelenteng?</p>
<p>Perlu diketahui bahwa di area Simongan ini dahulu, menjadi area di mana warga pendatang keturunan etnis Tionghoa berada di sini. Mereka membuat tempat ibadah berupa kelenteng di sini.  Jadu dahulu yang namanya pecinan ada di Simongan ini, hingga akhirnya keturunan Tionghoa berperang melawan belanda, namun sayangnya kalah. Lalu warga keturunan Tionghoa ini ditangkapi belanda dan direlokasi di area sekitar Gang Lombok (yang akhirnya dikenal dengan Pecinan saat ini). Demikianlah sekilas sejarah mengapa tempat ini berupa kelenteng, bukan masjid.</p>
<p>Selain sebagai tempat peribadatan, Kelenteng Sam Poo Kong juga di gunakan sebagai tempat pariwisata. Sam Poo Kong sendiri adalah gelar yang diberikan warga Cina-Semarang  kepada Laksamana Cheng Ho atas jasa-jasanya, selain Sam Poo Kong, beberapa gelar yang sematkan kepada Cheng Ho adalah; Sam Poo Thai Jin ( Laksamana), Sam Poo Thai Kang (Kasir), dan Sam Poo Thai Rin ( Pembesar).</p>
]]></content:encoded>
		
			</item>
		<item>
		<title>
		By: Abdullah		</title>
		<link>https://seputarsemarang.com/klenteng-sam-po-kong-1356/#comment-691846</link>

		<dc:creator><![CDATA[Abdullah]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 01 Aug 2016 13:17:03 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://seputarsemarang.com/?p=1605#comment-691846</guid>

					<description><![CDATA[Mohon ditertibkan Oleh Pemda Setempat, &quot;PENGELOLA PARKIR&quot; Yang memakai seragam Warna Merah Parkir belum sampai satu Jam meminta biaya Rp 20 Ribu setelah dibayar dan disuruh jalan tanpa memberi karcis kepada Konsumen, Padahal sekali Parkir hanya Rp. 3.000, Jadi 17 ribu mereka bekerja sama dengan pengelola parkir, sayang tempat ibadah dijadikan sebagai kedok Penipuan untuk mencari Keuntungan pribadi]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Mohon ditertibkan Oleh Pemda Setempat, &#8220;PENGELOLA PARKIR&#8221; Yang memakai seragam Warna Merah Parkir belum sampai satu Jam meminta biaya Rp 20 Ribu setelah dibayar dan disuruh jalan tanpa memberi karcis kepada Konsumen, Padahal sekali Parkir hanya Rp. 3.000, Jadi 17 ribu mereka bekerja sama dengan pengelola parkir, sayang tempat ibadah dijadikan sebagai kedok Penipuan untuk mencari Keuntungan pribadi</p>
]]></content:encoded>
		
			</item>
		<item>
		<title>
		By: leo dendra n		</title>
		<link>https://seputarsemarang.com/klenteng-sam-po-kong-1356/#comment-651021</link>

		<dc:creator><![CDATA[leo dendra n]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 03 Nov 2015 01:36:05 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://seputarsemarang.com/?p=1605#comment-651021</guid>

					<description><![CDATA[kak boleh minta fotonya kak?]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>kak boleh minta fotonya kak?</p>
]]></content:encoded>
		
			</item>
		<item>
		<title>
		By: infobintang		</title>
		<link>https://seputarsemarang.com/klenteng-sam-po-kong-1356/#comment-532629</link>

		<dc:creator><![CDATA[infobintang]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 20 Mar 2015 16:00:58 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://seputarsemarang.com/?p=1605#comment-532629</guid>

					<description><![CDATA[ini sejarah nya bagai mana ya...kok bisa terkenal dman2]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>ini sejarah nya bagai mana ya&#8230;kok bisa terkenal dman2</p>
]]></content:encoded>
		
			</item>
		<item>
		<title>
		By: Marty		</title>
		<link>https://seputarsemarang.com/klenteng-sam-po-kong-1356/#comment-397239</link>

		<dc:creator><![CDATA[Marty]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 24 Nov 2014 04:06:27 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://seputarsemarang.com/?p=1605#comment-397239</guid>

					<description><![CDATA[I was brought here by my wife and brother inlaw.  I am very please that we stopped to see this. I have no complaints and would brings others back here from Canada to see this]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>I was brought here by my wife and brother inlaw.  I am very please that we stopped to see this. I have no complaints and would brings others back here from Canada to see this</p>
]]></content:encoded>
		
			</item>
		<item>
		<title>
		By: david cuandy		</title>
		<link>https://seputarsemarang.com/klenteng-sam-po-kong-1356/#comment-183568</link>

		<dc:creator><![CDATA[david cuandy]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 06 Jan 2014 04:34:29 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://seputarsemarang.com/?p=1605#comment-183568</guid>

					<description><![CDATA[Dear All

Saya sangat sedih dan terkejut setelah saya berkunjung di sampokong  semua di komersial kan saya berniat sembayang disana ternyata harus bayar ke pintu masuknya apakah masuk kerumah ibadah sekarang harus bayar? dimana kenyamanan nya untuk beribadah?]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Dear All</p>
<p>Saya sangat sedih dan terkejut setelah saya berkunjung di sampokong  semua di komersial kan saya berniat sembayang disana ternyata harus bayar ke pintu masuknya apakah masuk kerumah ibadah sekarang harus bayar? dimana kenyamanan nya untuk beribadah?</p>
]]></content:encoded>
		
			</item>
	</channel>
</rss>
