Pasar bebas ASEAN (Masyarakat Ekonomi ASEAN MEA 2015) menjadi momentum untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi Indonesia, dengan mendorong produktivitas dan konektivitas barang dan jasa.
“Aturan bersama itu, sebagai instrumen menghadapi persaingan global. Momentum integrasi ekonomi regional ini harus dimaknai untuk kemajuan bangsa masing masing,” demikian kata Dekan Fisipol UGM, Dr Erwan Agus Purwanto, Jumat (3/10).
Menurut Erwan, populasi masyarakat ASEAN yang mencapai 620 juta jiwa, dengan tingkat pertumbuhan ekonomi rata-rata 4,7 persen dan nilai perdagangan mencapai 2,4 triliun dolar AS, bukan sekadar peluang namun juga bisa memberikan manfaat lebih bagi masyarakat.
Pasar bebas ASEAN nantinya bisa memberi manfaat langsung bagi rakyat jika kita mampu memanfaatkan banyaknya peluang bari di bidang ekonomi. Hanya saja, mobilisasi maupun transportasi barang, modal dan SDM antar negara ASEAN tersebut harus sesuai dengan aturan.
