Membaca Label Kemasan Kosmetik, Arti dan Maksudnya

Membiasakan diri membaca label kosmetik dan membekali diri dengan pengetahuan tentang bahan kimia yang digunakan akan menghindarkan Anda dari salah memilih. Dengan demikian kulit Anda akan selalu terlindung dari kemungkinan iritasi dan masalah lainnya, terutama bagi mereka yang kulitnya sensitif. Lalu Bagaimana Cara Membaca Label Kemasan Kosmetik serta apa artinya?

Gambar Kosmetik

Dermatologist Tested, artinya di bawah pengawasan ahli kulit (dermatolog). Seberapa ketat pengawasannya hanya mereka yang tahu. Fragrance-free tidak berarti tanpa pengharum sama sekali; tapi menggunakan pengharum lembut yang hampir tidak terdeteksi baunya.

Bahan aktif Octyl Methoxycinnamate merupakan bahan kimia yang biasa digunakan pada cream pelindung matahari (sunscreen) untuk melindungi kulit Anda dari efek buruk sinar matahari. Triple purified water artinya pelembab yang bersangkutan mengandung rata-rata 65% air.

Mineral oil, isopropyl palmitate: Pelembab kulit yang mengandung minyak; sebaiknya dihindari bagi mereka yang kulitnya berminyak karena bisa menutup pori-pori.
Propylene glycol: Substansi yang digunakan dalam pelembab bebas minyak, yang mampu menarik dan menahan air untuk menjaga kelembaban kulit.

Glyceryl stearate SE, caprylic/capric triglyceride, sodium dihydroxycetyl phosphate, cetearyl alcohol, stearic acid: Zat pengemulsi untuk menyatukan minyak dan air.

Tocopheryl acetate (vitamin E), aloe extract: Dalam pelembab merupakan bahan tambahan yang biasanya dalam jumlah yang amat sedikit; untuk ‘pemanis’ saja.
Simethicone: bahan pelembab yang diturunkan dari silikon, dipakai untuk melembutkan dan melicinkan kulit.

Benzophenone-3: Biasa digunakan untuk sunscreen agar produk tidak terurai saat terkena sinar matahari. Bahan ini bisa menyebabkan ruam kemerahan pada kulit.
Isoprophyl myristate: Bahan pelembut yang bisa menyebabkan jerawat, bahkan ada yang mengatakan bisa menyebabkan kanker kulit.

Carbomer: Bahan pengental, biasanya tak lebih dari 1%.
Triethanolamine: Turunan ammonia yang bisa merusak kulit.
Phenoxyethanol: Biasa ditambahkan sebagai pengharum, diduga merupakan karsinogen (bisa menyebabkan kanker).

Methylparaben, ethylparaben, propylparaben, butylparaben: Bahan yang digunakan untuk mencegah produk kosmetik dari kontaminasi bakteri dan kuman lainnya. Walau bahan ini bisa menyebabkan iritasi, tapi bahaya akibat kontaminasi kuman jauh lebih besar.

Author: Admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *