Irwan Hidayat dan Sejarah Perjalanan Sido Muncul

Di Kecamatan Bergas, Kabupaten Semarang, terdapat sebuah desa bernama Gondoriyo yang pada bulan Oktober lalu dijadikan desa rempah. Bermacam jenis tanaman ditanam oleh para warga di sana secara organik. Desa ini pun digadang gadang nantinya akan menjadi desa percontohan untuk desa desa lainnya di tanah air. Desa Gondoriyo ini dibangun menjadi desa rempah oleh perusahaan besar Sido Muncul.

Irwan Hidayat Sido MunculGondoriyo kemudian diharapkan ke depan akan memasok bahan baku jamu untuk Sido Muncul. Desa inilah salah satu bukti bahwa pabrik jamu Sido Muncul serius dan akan terus berupaya agar jamu dapat semakin mendunia. Para warga di desa rempah ini akan terus dibimbing, diberi penyuluhan, pendampingan serta pembinaan, mulai dari proses tanam, pemeliharaan, panen, hingga pasca panen, serta bimbingan pembuatan pupuk organik.

Ketika mendengar Sido Muncul mungkin tinggal sedikit orang yang tidak tahu sosok Irwan Hidayat. Ya, Irwan adalah salah satu tokoh utama penggerak kemajuan dan perkembangan Sido Muncul. Ia adalah generasi ketiga dari usaha jamu yang dirintis sejak tahun 1940 di Yogyakarta oleh Ny Rakhmat Sulistio, nenek Irwan Hidayat, yang bermula dari industri rumahan dengan produk pertamanya Jamu Tolak Angin. Tahun 1951 barulah pabrik dengan nama Sido Muncul yang berarti “impian yang terwujud” berdiri.

Bukan waktu yang sebentar Sido Muncul berubah menjadi perusahaan besar dan tetap eksis. Seperti kata Irwan, butuh waktu lama dan perjuangan. Namun kini, Sido Muncul sudah menjadi perusahaan jamu besar yang memiliki pabrik besar pula di Semarang. Lebih dari 4.000 orang karyawannya.

Dibawah kendali Irwan Hidayat, sebagai presiden direktur, PT Sido Muncul dapat tampil sebagai pelopor perusahaan jamu yang melakukan pendekatan klinis dan penelitian hingga jamu bisa sejajar dengan obat keluaran pabrik farmasi. Sido Muncul berhasil pula mengubah paradigma masyarakat mengenai jamu dan obat tradisional. Masyarakat Indonesia kini dapat memperoleh khasiat jamu yang bisa dipertanggungjawabkan secara ilmiah dan diproduksi secara baik dan benar.

Dalam perjalanannya, telah berulang kali perusahaan Irwan Hidayat ini mendapat berbagai penghargaan. Sebut saja Echonomic Challangers Award dari Metro TV selama empat tahun berturut turut sejak 2010 – 2013 kategori Farmasi dan Obat obatan. Kemudian, Indonesia Most Admire Company Award (IMAC Award) selama 4 tahun berturut turut sejak 2011-2014. Certificate of Acheivement “Health Promotion Award” tahun 2014 dari Singapura. Juga, Bung Hatta Award 2002 sebagai Perusahaan Teladan Cara Baik Bung Hatta dan lain sebagainya.

Irwan Hidayat memang telah menjadi seorang pengusaha yang dapat dijadikan panutan, terutama bagi generasi di bawahnya. Cerita akan menjadi panjang jika merunut kisah perjalanan dan usahanya dalam membesarkan Sido Muncul. Namun, pria kelahiran Yogyakarta ini mengaku, tujuan hidupnya adalah dapat menjadi seorang yang bermanfaat bagi orang lain dan lingkungan. Hal itu terbersit dibenaknya ketika melihat tokoh dunia asal India, Mother Theresa. Kata-kata Ibu Theresa itu diakuinya berpengaruh besar padanya, bahwa seseorang harus dapat bermanfaat bagi masyarakat dan lingkungannya. Itu filosofi hidup yang merasuk dalam sanubari Irwan Hidayat.

Jadi, dengan pekerjaan dan bidang yang kini disandangnya, Irwan ingin mewujudkan filosofi itu melaluinya. “Yang saya ingin capai adalah supaya jamu dan obat obatan dari alam bisa membantu masyarakat untuk menjadi sehat. Lebih luasnya, membantu menuju Indonesia sehat. Saya Berharap, jamu dapat menjadi penyumbang untuk itu. Di lain sisi, saya juga ingin agar tradisi minum jamu itu tidak hilang, ” ujar Irwan.

Jamu bagi Irwan memang seperti sudah mendarah daging. Pantaslah jika sulung dari empat bersaudara ini punya keinginan dan pemahaman demikian, dapat memberi manfaat bagi orang lain dengan usaha dan produk jamunya. Ia pun selalu berupaya dengan bermacam penelitian dan bermacam usaha untuk mengembangkan jamunya agar semakin beroleh manfaat. Dengan kata lain, nantinya manfaat itu juga yang akan dapat dirasakan oleh orang banyak.

“Saya juga percaya pada penyelenggaraan Ilahi. Seorang sudah ditentukan untuk apa, kerja di bidang apa dengan porsinya masing masing. Dan saya percaya bahwa jamu adalah jalan hidup saya. Jadi sekali lagi, jika saya harus bermanfaat bagi orang lain, sudah tentu melalui pekerjaan saya inilah saya akan mengusahakannya,” tambah Irwan.

Bagi Irwan, setiap pencapaian yang diperoleh Sido Muncul pun harus disyukurinya. Keberadaan dan keeksisan Sido Muncul baginya adalah kehendak Tuhan. Dan menysukurinya itu sederhana banginya, yaitu dengan cara bekerja keras tanpa mengharapakan rezeki melimpah dari Tuhan. Ia mengaku, bahkan tak pernah berpikir tentang hasil atau ke depannya akan seperti apa. Komitmennya satu, adalah bekerja dan lakukan yang benar. Itu saja. [Kabare Magazine, Desember 2014]

Daftar Kategori Serba serbi

Leave a Reply