Taman Lele

danau buatan gazebo


Kampoeng Wisata Taman Lele terdapat danau buatan yang dikelilingi gazebo, sepeda air, kolam renang untuk anak, permainan anak, dan beberapa satwa peliharaaan , seperti merak, ular phyton, buaya dan berbagai jenis burung. Tempat ini cocok untuk persinggahan bagi mereka yang berkunjung ke Semarang melalui jalan darat atau jalur pantura ( Jakarta – Semarang ), karena lokasinya yang memang persis berada di jalur tersebut. Di tempat itui juga dilengkapi hotel dengan fasilitas TV, AC dengan harga terjangkau. Terletak di tepi jalan Raya Tugu kurang lebih 5 Km dari Tugu Muda ke arah barat, dibuka setiap hari pukul 08.00 – 18.00 WIB. Harga tanda masuk Rp 3.000 (Nov 2010)


Daftar Kategori Taman Kota, Wisata
Hashtag: ,

9 Responses to “Taman Lele”

  1. Sugeng says:

    Boleh gak lelenya dipancing dan dijadikan santap siang nya :?: lumayan dapat 5 ekor lelel dan langsung disantap cuma 3000 :lol:

    Salam hangat serta jabat erat selalu dari Tabanan

    • Boleh aja, tapi langsung di santap di tempat alias ga boleh dibawa pulang alias di santap mentah-mentah.. mau?? wkwkwkwk

  2. udah pernah nyobain siomay &batagor yang paling enak di semarang belum?,,kini telah di buka warung siomay bon-bon di jl. mugas, sebelah kiri unisbank pandanaran.Semarang,,, siomay bon-bon, lezat siomaynya, maknyus sambal kacangnya…murahhh, cuma Rp. 3.000 udah dapet 1 porsi,,,,enak,lezat dan bergizi. coba datang dan buktikan kelezatannya,,,,…

  3. firman syah says:

    Untuk weeding bisa ga…

  4. Tour Leader says:

    Maaf saya mau tanya di kampung wisata taman lele bisa dibuat untuk mancing ikan lele sendiri plus makannya gak??

  5. Bromo Travelling says:

    wah sepertinya seru sekali berlibur bersama keluarga :D
    kapan-kapan ingin mampir :D

    trims infonya :)

  6. mayasimayamayo says:

    taman lele dibangun tahun brapa yhaa?

  7. Setelah berkunjung ke Kampung Taman Lele (KTL) yang terlihat indah dari Foto2 di atas, sebagai warga Semarang saya merasa sedih dan prihatin setelah mengunjungi KTL. Saat memasuki gerbang KTL, di samping kiri terdapat penginapan dan kolam lele yang airnya keruh dengan bungalau ditengah namun pagar jembatan dari penginapan menuju bungalau dijadikan tempat jemuran kain lap dan keset penginapan. Di sisi kanan terdapat burung 2 ekor Kasuari yang dikurung dengan pagar yang tidak terlalu tinggi shg memungkinkan anak2 dapat langsung mendekat dan menyentuh burung kasuari yang memungkinkan kasuari melukai pengunjung. di samping kandang kasuari terdapat kolam dengan pagar setinggi 1 m berisi buaya besar yang tentu saja sangat berbahasa bila ada pengunjung yang mendekat dan terjatuh ke dalam kolam buaya tanpa air. Hal ini sgt berbahaya krn ketika berkunjung saya melihat anak2 mencoba menaiki pagar kolang buaya tersebut dan tidak ada seorang petugaspun yg mengawasi apalagi memberi peringatan. Disampingnya lagi terdapat kandang berisi ayam klkun yang dicampur dengan ayam biasa dengan kondisi kandar becek karena air yang mengalir tidak pada jalur yg tdk memadai. disampingnya lagi terdapat kandang yg berisi burung dara dan burung derkuku dgn kondisi kandang yg tdk terawat dan kurang layak. disampingnya lagi terdapat kandang berisi burung kakak tua dimana yg satunya cacat pada bagian paruhnya yang patah dgn kandang tidak terawat dengan baik. masuk kedalam lagi terdapat banyak warung berderet yg menjajakan makanan dan terdapat juga bbrp pedagang yang berjualan secara tidah teratur di beberapa sudut dan terkesan kumuh ditambah lagi dengan banyaknya sampak yang dibuang sembarangan oleh pengunjung dan tidak terlihat petugas kebersihan. Di samping penginapan terdapat 5 aquarium besar yang berisi ikan lele, patin, nila, gurame dengan kiondisi air keruh, berlumut dgn debit air yg sedikit sehingga pengunjung tdk dapat melihat ikan di dalam aquarium secara jelas. Selain itu, terdapat juga bbrp kandang kandang2 dibagian tebing dengan kondisi atas yang hancur dan kawat yg smanya sudah berkarat dan rusak. Diantara kandang2 tersebut, hanya ada 2 kandang yg berisi hewan yaitu seekor monyet atau siamang dan 1nya lagi berisi anggsa yang sedang mengeram. Semua kandang sangat memprihatikan dan sangat tidak terawat. Dibeberapa sudut pada bagian ayas terdapat warung2 yg terkesan liar dan kumuh. Hal + yg saya temui yaitu ada 2 org yang sedang mengecat tempat sampah plastih dan karet dengan warna biru dan kuning. selebihnya semuanya sangat memprihatinkan. Saya sgt berharap pemerintah dapat lebih memberikan perhatian terhadap lokasi wisata yang ada di Semarang sbg bentuk amanah dalam menyediakan sarana rekreasi bagi warganya. “Obyek Wisata Cermin Kinerja Pemerintah!” Semoga tulisan ini bermanfaat dan membawa kebaikan bagi daerah wisata di Semarang khususnya KTL.

  8. lokasinya kurang jelas…

Leave a Reply