Pemasaran menjadi salah satu tantangan para pelaku usaha mikro kecil dan menengan (UMKM) dalam mengembangkan bisnis mereka. Di sisi lain, terkadang keterbatasan modal membuat mereka tidak bisa mengoptimalkan pengenalan produk mereka kepada khalayak ramai lewat baliho atau pameran pameran. Lalu bagaimana cara memperluas pasar?
“Tantangan dalam usaha tidaklah mudah, namun dengan cara yang tepat maka pasti ada jalan keluar mengatasinya. Salah satu cara yang ada adalah dengan memanfaatkan teknologi termasuk teknologi informasi dan komputer dengan basis teknologi internet” kata Walikota Semarang Hendrar Prihadi didampingi Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Kota Semarang Litani Setyawati, saat membuka pelatihan web marketing bagi UMKM di ruang pertemuan lantai 3 Gedung Telkom, Jalan Pahlawan, Rabu (16/04/14).
Walikota berharap pelaku usaha harus semakin jeli melihat peluang dan memanfaatkan teknologi informasi guna mendukung usaha yang dijalankan. “Pengembangan sektor UMKM harus terus dilakukan karena mempunyai nilai yang tinggi bagi peningkatan perekonomian masyarakat. UMKM juga perlu ditata serta ditingkatkan perannya terutama dalam pengembangan dan pengelolaan usaha”, ujarnya di hadapan 40 peserta pelatihan yang mengambil tema “Peningkatan dan Pengembangan OVOP tahun 2014”, kerjasama Telkom dan Dinas Koperasi & UMKM Semarang tersebut.
Sementara itu GM Witel Semarang Rijanto Utomo mengatakan kegiatan itu merupakan tindak lanjut dari beberapa upaya mewujudkan Semarang Smart City (SCC), yakni sebuah kerja sama yang telah dirintis Telkom dengan Pemkot Semarang 2013 lalu terkait digitalisasi.
“Kali ini sektor pengembangan UMKM kita pilih sebagai objek karena mempunyai value yag tinggi bagi peningkatan perekonomian masyarakat dan saat ini kondisinya perlu ditata serta ditingkatkan peran maupun kemampuannya dalam pengembangannya dan pengelolaan usahanya”, tutur Rijanto.
Pelatihan yang selama dua hari Rabu-Kamis (16-17/4) tersebut ditekankan pada materi dasar pengenalan Internet dan Web hingga desain dan pembuatan Web berikut fiturnya, serta bagaimana cara memperluas pasar dengan teknologi internet.
Tema peningkatan dan pengembangan OVOP (One Village One Product) dipilih dengan harapan agar dalam konsep ke depan orientasi adanya unggulan di setiap daerah mendapatkan penekanan sehingga terjadi pemerataan produk dan telekomunikasi dengan baik ke masyarakat melalui informasi berbasis web yang mudah didapat melalui akses internet.
“Karena era keterbukaan usaha tidak bisa dihambat, kita akan masuk pada era perdagangan bebas ASEAN di tahun 2015. Telkom sebagai perusahaan Merah Putih siap mendukung para pelaku UMKM memasuki era itu agar lebih siap sehingga dapat memenangkan kompetisi yang akan datang”, ujarnya. [Wawasan, Kamis 17 April 2014]
Mbok melu to ndaaa…